RSCM: Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

9 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Neurolog anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Setyo Handryastuti melaporkan kondisi siswi yang hilang ingatan diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Handry yang memeriksa pasien secara langsung. Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan pasien dan keluarga, mengkaji data perawatan sebelumnya, memeriksa fisik dan neurologis, hingga memeriksa elektroensefalografi (EEG) pada pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," kata Prof Handry dikutip dari detikHealth pada Rabu (16/9).

Selain itu, pasien atas nama Febiona ini juga mendapat penanganan dari psikiatri untuk memeriksa kondisi mental dan fungsi kognitifnya.

Tjhin Wiguna, dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater), mengatakan kondisi pasien saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil. Menurutnya, pasien mengalami kegelisahan sesekali.

"Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil." ucapnya.

Sebelumnya, dua anak diduga keracunan MBG atas nama Febiona Purba dan Agnes Parulina dirujuk ke RSCM pada Sabtu (12/9). Sampai RSCM, mereka ditempatkan di ruang rawat biasa dan dalam kondisi yang tidak memerlukan perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk memeriksa pasien. Ia menjelaskan hal ini sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang meninjau langsung korban dalam kunjungan kerja ke Sumut.

Keberangkatan pasien ke Jakarta juga diantar langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.

Rujukan pasien ini karena salah satunya diduga mengalami hilang ingatan usai mengonsumsi MBG. Hal ini dikatakan langsung oleh orang tua Febiona (pasien) bernama Elvinus.

"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," kata Elvinus pada Senin (7/9) dikutip detikSumut.

Menurut laporan Elvinus, sebelumnya Febiona tidak dapat mengenali orang-orang di sekitar, seperti keluarga dan teman-teman sekelas. Pada awalnya, ia tidak menerima laporan adanya gangguan ingatan yang dialami anaknya, tetapi ia baru mengetahui hal ini ketika Febiona sudah dirawat inap.

Berita selengkapnya di sini.

(fra/knf/fra)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |