Prabowo Ngaku Suka Diingatkan Agar Pidato Sesuai Teks, Apa Alasannya?

6 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengakui kerap diingatkan staf agar berpidato sesuai teks yang telah disiapkan mereka.

Hal itu disampaikan Prabowo kala berpidato di puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Prabowo pun menjelaskan alasan stafnya kerap mengingatkan dirinya untuk berpidato sesuai teks yang telah disiapkan. Namun, Prabowo lalu menjelaskan alasan dirinya terkadang berpidato di luar teks yang disiapkan, karena telah merangkum esensi naskah yang disiapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pun, dalam acara Demokrat semalam.

"Saudara-saudara sekalian, memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks'," kata Prabowo.

Prabowo menyebut teks pidato yang telah disiapkan stafnya untuk disampaikan di HUT Partai Demokrat kali ini sangatlah bagus.

Ia mengatakan teks pidato itu dilengkapi dengan paparan dan infografis yang lengkap.

Prabowo pun sempat membolak-balikan teks pidato tersebut. Bahkan, ia menunjukkan teks itu hadapan para hadirin.

"Paparannya baik sekali, grafiknya banyak sekali," kata Prabowo sambil menunjukkan teks pidato tersebut.

Namun, Prabowo menyebut ia lebih memilih untuk merangkum esensi dari pemaparannya seraya berharap tidak salah bicara dalam pidato kali ini.

"Mudah-mudahan saya tidak salah bicara. Tapi sebetulnya kalau manusia kalau bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," kata dia.

Persaingan dan kritik pemerintah

Pada kesempatan itu, mengutip dari siaran pers Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI yang dibagikan kepada wartawan, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan persahabatan dalam menjalankan demokrasi, meski terdapat perbedaan pandangan, persaingan, maupun kritik.

Prabowo mengatakan bahwa demokrasi itu memberikan ruang bagi setiap pihak untuk memiliki warna dan pandangan yang berbeda. Persaingan, kritik, saran, hingga rekomendasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

"Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna. Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi. Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga," kata Prabowo dalam pidato yang dikutip dari siaran pers tersebut.

Prabowo juga menyinggung perjalanan politik Partai Demokrat dan dirinya yang pernah mengalami kemenangan maupun kekalahan dalam kontestasi politik. Prabowo sangat mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang tetap menjaga demokrasi ketika berada di luar pemerintahan.

"Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Demokrat pada era Pemilu tahun 2019 dan 2024. Prabowo menyebut dukungan tersebut menunjukkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia.

"Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," ujar Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina cum Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

(mnf/kid)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |