Ribuan Siswa di Subang Demo Dugaan Pelecehan Seks Wakil Kepsek SMAN 1

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 1.445 siswa di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat menggelar unjuk rasa usai upacara bendera pada Senin (7/9). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan berinisial AT yang diduga melakukan pelecehan terhadap belasan siswa.

"Anak-anak mendemo bahwa di sekolah ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru, dan kemudian sekolah menangani dengan sebagaimana mestinya sebagaimana yang dimintakan. Ternyata anak-anak tidak puas maka dilakukanlah demo," ucap Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi kepada CNNIndonesia TV.

Situasi juga sempat memanas ketika Wakasek diduga hendak melarikan diri dari lokasi upacara menuju gerbang sekolah. Kericuhan tersebut akhirnya mereda ketika pihak kepolisian datang dan mengamankan sang guru ke Polsek Pamanukan untuk dimintai keterangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelecehan yang diduga dilakukan Wakasek disebut menimpa 15 siswi. Salah satu pengakuan korban berinisial DS menyampaikan bahwa perilaku pelecehan tersebut sudah berlangsung cukup lama, tetapi tidak ada yang berani bersuara.

DS bercerita bahwa ia pernah mengalami perilaku tidak pantas. Ia menyampaikan bahwa terduga pelaku memeluknya secara tiba-tiba saat ia tengah berfoto usai membersihkan area gedung olahraga (GOR).

"Saat itu saya merasa tidak nyaman dan menegurnya. Namun, dia berdalih bahwa hubungan antara guru dan siswa itu seperti ayah dan anak," ujar DS mengutip detikJabar, Senin (7/9).

Namun, kasus ini baru terkuak setelah pengurus OSIS berani angkat bicara hingga korban-korban lain juga ikut bersuara dan terkumpul belasan korban oleh guru Bimbingan Konseling (BK).

Kasus ini kemudian telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk selanjutnya diproses.

"Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Subang dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Subang," ujar Aiptu Nenden Nurfatimah Kanit PPA Polres Subang

Adapun, sejumlah korban bersama orang tua mereka terus mendatangi kepolisian untuk membuat keterangan resmi. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus karena diduga jumlah korban yang akan meningkat.

(knf/dal)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |