Satgas Yonif 742 Dukung Perempuan Papua, Kawal Agenda GIDI Kwiyawagi di Lanny Jaya

1 day ago 13

LANNY JAYA - Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema tak hanya berpatroli menjaga keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Di Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, prajurit juga turun membangun kedekatan dengan jemaat GIDI Klasis Kwiyawagi sekaligus mendukung agenda pemberdayaan perempuan Papua.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui Patroli Keamanan (Patkam) yang dirangkai dengan Komunikasi Sosial (Komsos) dan pembagian bahan pokok kepada jemaat GIDI Klasis Kwiyawagi, Distrik Wano Barat, Sabtu (9/8/2026).

Danpos TK Ninggeyagin, Lettu Inf Sahli, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama 14 personel Satgas. Mereka mendatangi gereja, berdialog dengan jemaat dan panitia, sekaligus menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, kopi, dan garam untuk mendukung kebutuhan logistik kegiatan.

Kunjungan itu dilakukan menjelang agenda akbar GIDI Klasis Kwiyawagi yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut akan diisi seminar Alkitab dan pembekalan khusus bagi perempuan atau pengerja gereja.

Agenda tersebut memiliki perhatian khusus pada penguatan peran perempuan Papua agar semakin aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat, terutama pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi keluarga.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengatakan kehadiran prajurit di Papua tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat.

“Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan semata-mata tentang pengamanan fisik, melainkan bagaimana kita mampu menyatu, mendengar, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan GIDI Klasis Kwiyawagi yang menaruh perhatian besar pada peran perempuan sebagai tiang keluarga dan gereja, ” ujar Letkol Inf Dedi Risdiantoro.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan mendorong kemajuan kampung. Karena itu, kegiatan yang mendorong perempuan Papua aktif di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Ketika perempuan Papua berdaya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, maka ketahanan keluarga dan kemajuan kampung akan terwujud. TNI akan selalu hadir menjaga kedamaian agar agenda-agenda positif seperti ini dapat berlangsung aman dan lancar, ” katanya.

Sementara itu, Lettu Inf Sahli mengatakan kunjungan ke GIDI Klasis Kwiyawagi merupakan bentuk silaturahmi sekaligus dukungan terhadap rangkaian kegiatan gereja.

“Maksud kedatangan kami adalah untuk bersilaturahmi serta membawa sedikit bantuan bahan pokok kepada GIDI Klasis Kwiyawagi. Kami juga ingin memastikan bahwa TNI siap mendukung kelancaran, ketertiban, dan keamanan acara besar yang akan digelar pada hari Senin mendatang, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan damai, ” ujar Sahli.

Kehadiran Satgas mendapat sambutan dari panitia dan jemaat. Ketua Panitia Acara, Alius Telenggen, menyambut hangat kedatangan prajurit, sedangkan Panitia Logistik GIDI Klasis Kwiyawagi, Yeremias Enumbi, mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Satgas Yonif 742/SWY.

Agenda GIDI Klasis Kwiyawagi tersebut rencananya dihadiri Kepala Wilayah GIDI Klasis Sentani bersama rombongan dari 12 klasis, antara lain Ilu, Gurage, Yamo, Mulia, Mewoluk, Anui, Titiura, Kwiyawagi, Jalukku, Kiruak, Kiteluk, hingga Fawi.

Selain menjadi ruang pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Pesan yang dibawa sederhana, tetapi strategis: perempuan yang semakin berdaya dapat ikut memperkuat keluarga sekaligus mendorong kemajuan kampung.

Bagi Satgas Yonif 742/SWY, dukungan terhadap kegiatan masyarakat seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis dengan warga. Patroli, komunikasi sosial, dan gotong royong dipadukan untuk menciptakan suasana yang aman sehingga kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Dari Wano Barat, kehadiran prajurit kembali menunjukkan bahwa menjaga kedamaian tidak hanya dilakukan melalui patroli. Membangun komunikasi, menghormati kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, serta mendukung agenda positif warga menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan di Tanah Papua.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |