Sumedang – Tiga ekor domba milik warga Dusun Peundeuy, RT 05/RW 06, Desa Padaasih, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilaporkan hilang pada Sabtu (1/8/2026). Hewan ternak tersebut diduga dicuri pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa itu diketahui pada pukul 08.25 WIB setelah pemilik ternak mendapati kandangnya dalam keadaan kosong. Kasi Pemerintahan Desa Padaasih, Acep, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Desa Padaasih, Serda Aris Risyanto.
Menerima laporan tersebut, Serda Aris Risyanto segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas serta petugas piket Polsek Conggeang untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan yang terdiri atas Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Polsek Conggeang, dan Sekretaris Desa Padaasih mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan serta menggali keterangan dari para pemilik ternak dan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Elam, seorang petani berusia 75 tahun, mengetahui kehilangan tersebut ketika hendak memberikan pakan kepada hewan ternaknya. Saat tiba di kandang, dua ekor domba miliknya sudah tidak berada di tempat.
Kejadian serupa dialami Tata, 52 tahun, yang kehilangan satu ekor domba peliharaannya. Total kerugian dalam peristiwa tersebut mencapai tiga ekor domba, terdiri atas dua ekor milik Elam dan satu ekor milik Tata.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Conggeang masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya hewan ternak tersebut.
Namun, kedua pemilik ternak belum membuat laporan polisi secara resmi. Meskipun demikian, aparat kewilayahan tetap melakukan koordinasi dan mengumpulkan informasi sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hingga dini hari. Warga juga diminta kembali mengaktifkan ronda malam dan Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling di setiap lingkungan.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas, kendaraan, atau orang yang mencurigakan di sekitar permukiman dan lokasi kandang ternak.
Aparat juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Setiap perkembangan situasi di wilayah Kecamatan Conggeang akan terus dikoordinasikan dan dilaporkan secara berjenjang. (Pers)


















































