Tim UGM Sebut Sumber Api di Rumah Fia Butuh Pemantik untuk Tersulut

8 hours ago 4

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Tim peneliti UGM mengungkap temuan kandungan resin poly vinyl chloride di kediaman Mutfiana alias Fia, daerah Seyegan, Sleman, DIY mengindikasikan fenomena api di rumah itu tidak muncul secara spontan.

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM sebelumnya telah menyimpulkan bahwa fenomena api misterius di rumah Fia tidak berasosiasi dengan gas alam, macam gas hidrogen (H2) atau gas fosfin (PH3), melainkan kandungan resin poly vinyl chloride (PVC).

Resin PVC ini mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition). Kandungan ini ditemukan dari residu kebakaran yang secara tidak umum ada di permukaan dinding keramik maupun kayu atau tripleks di rumah Fia. Kandungan ini ditemukan melalui metode FTIR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, yang tergabung dalam tim PKPE, Sarju Winardi mengatakan, timnya menduga resin PVC ini berasal dari campuran solvent atau zat pelarut.

"Residu dari poly vinyl ini diduga berasal dari substansi yang awalnya adalah campuran. Yang residu itu adalah sisa dari solid materialnya. Yang menjadi sumber dari, api itu adalah campuran solvent-nya. Jadi rupa-rupanya materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur ya, dengan sesuatu pelarut, solvent. Nah, pelarut inilah yang kemudian lepas sebagai, yang menghasilkan api," jelas Sarju di FT UGM, Sleman, DIY, Sabtu (14/6).

Residu berupa resin PVC ini, menurut Sarju, biasanya ditemukan pada sisa pembakaran benda-benda yang mengandung solvent macam lem atau cat.

Hanya saja, Sarju menekankan bahwa zat pelarut ini tidak bisa terpantik dan menyulutkan api dengan sendirinya. Solvent juga tidak bisa mengalami self-ignition hanya dengan suhu kamar.

"Solvent inilah yang dia terbakar. Nah, terbakarnya solvent itu ada pemantiknya," jelas Sarju.

"Ini harus dipantik oleh sesuatu yang kami tidak tahu, karena, karena kami tidak pada tahap sampai ke sana," sambungnya.

Sarju mengatakan bahwa timnya tak menginvestigasi atau menyimpulkan pemantik atau bagaimana api akhirnya bisa tersulut di rumah Fia.

Dengan adanya kesimpulan ini, lanjut Alva menuturkan, tim PKPE menyatakan bahwa penelitian fenomena api yang mereka lakukan sudah tuntas. Selanjutnya, tim menyerahkan hasil penelitian ini kepada BPBD Sleman.

Sebelumnya, Tim PKPE FT UGM memastikan pemicu fenomena api misterius di kediaman Mutfiana alias Fia, daerah Seyegan, Sleman, DIY bukanlah gas alam.

Tim tidak menemukan cukup bukti-bukti kuat bahwa api muncul secara alami dan dapat menyala karena pemantik elektromagnetik maupun nyala sendiri mengikuti kaidah self-ignition.

Koordinator PKPE, Alva Edy Tontowi menuturkan, berdasarkan hasil penelitian timnya dan mengacu pada prinsip teori segitiga api, pihaknya menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman.

"Yang berarti bukan pemantik nyala api; sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai); tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," kata Alva membacakan kesimpulan hasil penelitian PKPE di Fakultas Teknik UGM, Sleman, DIY, Sabtu (13/6).

Menurut Alva, tim menemukan data lanjutan bahwa api yang membakar material di rumah Fia kemungkinan berasal berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride.

"Resin poly vinyl chloride yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition). Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," jelas Alva.

(kum/agt)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |