Tiyo Eks Ketua BEM UGM Respons Satire soal Dipolisikan Firdaus Oiwobo

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto merespons secara satire laporan dan aduan kepolisian terhadap dirinya atas dugaan penghinaan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebelumnya Tiyo juga dilaporkan oleh pengacara Firdaus Oiwobo ke Polres Tangerang Selatan. Ia juga diadukan oleh kelompok yang menamakan diri Garda Prabowo ke Bareskrim Polri.

"Saya pribadi memandang bahwa momentum ini memang bagus sekali untuk mereka yang ingin mempersembahkan loyalitasnya kepada Pak Presiden Prabowo, dan ini saya kira dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang melaporkan saya," kata Tiyo saat ditemui di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, saya harap Pak Presiden memberikan apresiasi terbaik bagi mereka yang sedang menunjukkan loyalitasnya," sambungnya.

Mantan Ketua BEM UGM periode 2025/2026 itu pun menyatakan tidak gentar menghadapi laporan dan aduan itu. Apalagi, banyak juga pihak-pihak yang menawarkan bantuan hukum kepadanya sebagai wujud solidaritas masyarakat sipil membela hak-hak demokrasi.

Tiyo bilang sejauh ini belum ada panggilan pemeriksaan dari kepolisian untuk aduan dan pelaporan tadi. Dia menyatakan akan kooperatif jika pemanggilan dilayangkan.

Prinsipnya, Tiyo pribadi sekarang ini akan tetap fokus melakukan hal-hal yang menurutnya substantif dan strategis, terutama menjalankan peran warga negara yang kritis.

Baginya, Negara Indonesia ini bagaikan sebuah rumah yang seluruh bagian bangunannya nyaris roboh dan hanya bisa diselamatkan dengan cara mengoptimalkan peran anak-anak bangsa.

"Salah satu peran yang saya ambil adalah menjadi warga negara kritis yang tidak rela apabila penghancuran dilakukan oleh mereka yang harusnya melakukan perbaikan," tegasnya.

"Alhamdulillah, meskipun ada pelaporan, kita masih terus keliling di daerah-daerah ketemu dengan anak-anak muda dan membangkitkan kesadaran politik, bahwa hari ini ada kekuasaan yang harus kita awasi supaya kekuasaan itu berjalan dengan benar dan berpihak pada rakyat," katanya.

Pengacara Firdaus Oiwobo sebelumnya membeberkan alasan dirinya melaporkan Tiyo Ardianto ke Polres Metro Tangerang Selatan.

"Saya melaporkan mantan ketum BEM atau presiden BEM UGM karena dia telah menghina kepala negara ya, Pak Prabowo Subianto dan menghina Mas Gibran ya, dan memfitnah SPPG dan MBG, sehingga dia juga ikut menghina kami dan melakukan penghasutan terhadap program-program SPPG dan MBG," kata Firdaus dalam video seperti dikutip Rabu (17/6).

Firdaus mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang menyampaikan kritik. Namun, jangan sampai kritik itu justru berujung pada penghinaan.

Firdaus pun melaporkan Tiyo terkait dugaan pelanggaran Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 433 KUHP dan atau Pasal 434 KUHP.

Sementara itu Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Bareskrim dilayangkan oleh Ketua LBH Garda Prabowo, Daeng Lukman. Daeng menilai pernyataan Tiyo bukan lagi bentuk kritik melainkan penghinaan dan serangan personal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

"Dumas kami terkait dengan saudara Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM yang menghina Presiden dengan sebutan kata-kata kurang... ya saya pikir teman-teman tahu semua," kata Daeng Lukman di Bareskrim Polri, Jakarta.

Ia menjelaskan sesuai KUHP yang baru pihaknya memang tidak bisa membuat laporan secara langsung karena harus dilakukan oleh pihak yang bersangkutan. Karena itu Garda Prabowo membuat pengaduan guna mengakomodir aspirasi masyarakat yang mengecam pernyataan Tiyo.

"Karena masyarakat Indonesia sekarang datang ke kantor Garda Prabowo yang notabene adalah basecamp-nya kami, anaknya beliau. Kami tidak mungkin biarkan, jadi kami datang ke Mabes Polri dan kami sudah konsultasi di atas," jelasnya.

[Gambas:Youtube]

Daeng Lukman menyebut Prabowo adalah Dewan Pembina di organisasinya.

Dalam pengaduan tersebut, Garda Prabowo didampingi oleh advokat Sunan Kalijaga serta Ferdinand Hutahahean. Ferdinand beralasan pendampingan itu diberikan karena ucapan Tiyo yang membandingkan Presiden dengan hewan sangat tidak layak.

(kum/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |