Mayjen TNI Lucky Avianto Pastikan Prajurit Kodam XXIV/Mandala Trikora Pilih Tidak Mudik Lebaran dan Tetap Bersiaga

4 hours ago 1

Merauke – Mayjen TNI Lucky Avianto memastikan seluruh Prajurit TNI khususnya di Kodam XXIV/Mandala Trikora Papua Selatan, memilih tidak mudik lebaran dan tetap bersiaga di posnya masing-masing.

Bukan tahun ini saja, Lucky yang segera menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI setelah ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto ini, mengungkapkan jika sebagian besar personel TNI telah beberapa kali merayakan lebaran bersama sesama prajurit, dan warga Papua di ufuk timur Indonesia.

“Meski ada atau diberi kesempatan untuk pulang lebaran di kampung halaman, Prajurit TNI termasuk yang bertugas di Kodam XXIV/Mandala Trikora Papua Selatan memilih tidak mudik, bahkan sebagian besar belum mudik sejak beberapa tahun lalu, ” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Sabtu, (21/3/2026).

Peraih Adhi Makayasa saat di Akmil 1996 yang juga mendapatkan penghargaan Vira Jati sebagai Perwira siswa (Pasis) terbaik Seskoad di Tahun 2011 ini, juga memilih merayakan lebaran bersama seluruh personel TNI dan masyarakat sekitar Masjid Masjid At - Taqwa, yang berada di Makodam XXIV/Mandala Trikora, Provinsi Papua Selatan.

Meski dirayakan dengan sangat sederhana, Jenderal TNI yang menjadi momok bagi Kelompok OPM ini, memastikan setiap Prajurit TNI di Bumi Cendrawasih tetap merasakan hangatnya lebaran meski jauh dari keluarga.

“Makna Lebaran bagi Prajurit TNI di Papua memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar perayaan hari raya. Di tengah penugasan yang penuh tantangan, jauh dari keluarga dan kampung halaman, Lebaran menjadi simbol keteguhan hati, pengabdian, dan persaudaraan, ” tutur Lucky.

Bagi prajurit, lanjut Lucky, Lebaran bukan hanya tentang berkumpul dengan keluarga, melainkan tentang menguatkan rasa kebersamaan dengan rekan seperjuangan dan masyarakat sekitar.

Di tanah Papua, para Personil TNI berbaur lalu merekat kuat dengan masyarakat layaknya sebuah keluarga, berbagi cerita, makanan sederhana, hingga doa bersama untuk mengobati rindu dengan sanak saudara dikampung halaman.

“Lebaran bagi Personil TNI, sejatinya bukan sekadar pulang ke rumah, tetapi tentang menjadikan setiap tempat tugas sebagai rumah, dan setiap rakyat sebagai keluarga, ” tegas perwira peraih penghargaan Wira Adhi Nugraha oleh Sesko TNI Tahun 2019 ini.

Lebih lanjut, Lucky menyebut Lebaran menjadi momentum refleksi diri, dimana dalam sunyi pos penjagaan atau di balik tugas pengamanan wilayah, prajurit dapat merenungkan makna pengorbanan, bahwa tugas menjaga kedaulatan negara adalah bentuk nyata pengabdian tertinggi kepada bangsa, dan juga menjadi ladang ibadah untuk bekal diakhirat kelak.

Di sisi lain, Lucky menilai Lebaran menjadi jembatan kemanusiaan antara prajurit dan masyarakat Papua. Momen ini sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan, berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, menunjukkan bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara dan pelindung rakyat Papua.

Di tanah Papua, Lebaran juga dimaknai sebagai ikrar kesetiaan kepada Merah Putih, mengingat rindu terhadap keluarga tidak melemahkan semangat Parajurit TNI, namun justru menjadi bahan bakar pengabdian Personil TNI untuk NKRI.

Menurut peraih penghargaan akademik peserta terbaik TNI AD di PPSA XXIV Lemhanas Tahun 2023 ini, setiap takbir yang berkumandang di pos-pos penjagaan adalah pengingat bagi Prajurit TNI, bahwa tugas menjaga negeri adalah bagian dari ibadah suci.

“Lebaran di Papua adalah bukti bahwa di setiap jengkal tanah Indonesia, ada prajurit TNI yang setia berdiri, menjaga negeri, mengawal persatuan, dan memastikan Merah Putih tetap berkibar, ” pungkas Lucky.

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |