Ciamis - Senyum optimisme merekah di Dsn Wanarasa, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Selasa, 07 Juli 2026, menjadi saksi bisu gelaran program Ketahanan Pangan (HanPangan) yang digagas untuk memperkuat kedaulatan pangan masyarakat setempat. Kegiatan ini tak hanya sekadar agenda rutin, namun sebuah upaya nyata yang menyentuh hati, melibatkan berbagai elemen demi terciptanya kemandirian pangan.
Di tengah hamparan sawah yang menjadi urat nadi kehidupan, Babinsa Kopka Yulianto tak henti-hentinya memberikan semangat kepada para petani. Pengalamannya bertahun-tahun di lapangan membuatnya memahami betul denyut nadi sektor pertanian dan segala tantangannya. Ia hadir bukan hanya sebagai perwakilan TNI, melainkan sebagai mitra yang turut merasakan harapan dan kerja keras para petani.
“Program HanPangan ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap masa depan. Saya melihat langsung semangat juang warga di sini, dan saya yakin dengan kerja sama yang solid, kita bisa mencapai ketahanan pangan yang optimal, ” ujar Kopka Yulianto penuh keyakinan.
Koordinasi yang apik terlihat dari peran Ujang Darsono selaku Koordinator BBP, serta Dedi Husen selaku ketua Poktan Mekar Motekar. Bersama-sama, mereka menggerakkan roda program ini, memastikan setiap langkah berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi petani. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Upaya penguatan ketahanan pangan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI. Mayor Inf Haris Diana S.E., Danramil 1317/Banjarsari, menegaskan pentingnya program semacam ini dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus mendukung kegiatan seperti HanPangan ini. Kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, adalah prioritas kami. Dengan pangan yang kuat, maka negara pun akan kuat, ” tegas Mayor Inf Haris Diana S.E.(PERS)


















































