Satgas Yonif 5 Marinir Bangun Jembatan Bersama Warga Yahukimo, Bukti TNI Hadir untuk Papua

7 hours ago 4

YAHUKIMO - Di tengah keheningan pedalaman Papua, sebuah kisah kebersamaan mengukir harapan. Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak ragu merangkul warga di Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, untuk bersama-sama memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka. Aksi mulia ini, yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026), membuktikan bahwa semangat gotong royong adalah perekat terkuat dalam membangun kemajuan.

Jembatan ini bukan sekadar tumpukan kayu dan papan; ia adalah jalur utama yang menghubungkan masyarakat dengan dunia luar, memfasilitasi pergerakan warga hingga distribusi hasil bumi yang menjadi tumpuan ekonomi. Keberadaannya yang kokoh sangat krusial untuk kelancaran aktivitas sehari-hari.

Sejak mentari pagi menyingsing, aroma kayu dan peluh bercampur menjadi saksi bisu kerja keras yang tak kenal lelah. Balok-balok kayu diangkat, papan-papan dipasang dengan presisi, dan konstruksi diperkuat demi mengembalikan kekuatan jembatan. Di antara suara tawa dan canda, terjalinlah ikatan emosional yang kuat antara TNI dan masyarakat, sebuah gambaran harmoni yang menyentuh hati.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen prajuritnya untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

"Kehadiran prajurit harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui gotong royong seperti ini, kami ingin memastikan akses warga tetap aman sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Papua, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.

Ia menambahkan, semangat gotong royong adalah modal tak ternilai dalam memajukan daerah, terutama di wilayah pedalaman yang masih menghadapi berbagai tantangan infrastruktur. Lebih dari sekadar perbaikan fisik, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antara para prajurit Marinir dan penduduk Kampung Keikey.

Antusiasme warga terlihat jelas, mereka bekerja berdampingan, saling mengulurkan tangan untuk menyelesaikan setiap tahapan perbaikan hingga jembatan kembali aman dilalui. Sebuah momen berharga yang takkan terlupakan.

"Saya juga mengingatkan seluruh prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas. Profesionalisme harus tetap berjalan beriringan dengan kepedulian kepada masyarakat, " tegasnya.

Bagi masyarakat Kampung Keikey, bantuan ini bagaikan embun penyejuk yang langsung terasa manfaatnya. Jembatan yang diperbaiki tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga menjadi simbol kekuatan kebersamaan dalam membangun Papua, dimulai dari hal-hal sederhana yang memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan mereka.

Melalui karya bakti ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir berharap budaya gotong royong akan terus tumbuh subur di tengah masyarakat, menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan mendukung percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |