PADANG PANJANG – Panglima Daerah Militer (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada, SE, MM, memimpin langsung Sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir) Werving Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Calon Tamtama (Secata) B Padang Panjang, Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penentu dalam proses rekrutmen calon prajurit TNI Angkatan Darat di tingkat panitia daerah.
Sidang Pantukhir merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi penerimaan Cata PK sebelum peserta yang dinyatakan lulus berhak mengikuti pendidikan pertama. Penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan hasil seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, psikologi, serta berbagai tahapan pengujian lainnya yang telah dilaksanakan secara bertingkat dan menyeluruh.
Dalam arahannya, Pangdam XX/TIB menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit harus diselenggarakan secara objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Seluruh peserta, menurutnya, harus memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang dicapai selama mengikuti setiap tahapan seleksi.
"Penerimaan prajurit TNI AD harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, setiap tahapan seleksi wajib dilaksanakan secara profesional dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, " tegas Pangdam.
Mayjen TNI Arief Gajah Mada juga mengingatkan seluruh panitia seleksi agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kredibilitas proses rekrutmen sangat menentukan kualitas calon prajurit yang nantinya akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Darat.
Ia menekankan bahwa Sidang Pantukhir bukan sekadar menentukan kelulusan peserta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mencetak prajurit yang memiliki karakter kuat, loyalitas tinggi, kemampuan fisik yang prima, serta mental yang tangguh untuk menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.
Pelaksanaan Sidang Pantukhir berlangsung tertib, lancar, dan diawasi oleh pejabat panitia penerimaan bersama tim pengawas internal. Kehadiran unsur pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mewujudkan proses rekrutmen yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Melalui Sidang Pantukhir Werving Cata PK Gelombang II Tahun Anggaran 2026 ini, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berharap dapat menjaring calon-calon prajurit terbaik yang unggul secara akademik, memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, berkarakter, serta siap mengabdikan diri demi menjaga kedaulatan, keutuhan, dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan proses seleksi yang bersih dan profesional, TNI AD diharapkan terus melahirkan prajurit-prajurit berkualitas yang mampu menjawab tantangan tugas di masa depan.


















































