Polri Ungkap Sederet Pelanggaran dan Kematian Peserta Didik 2025

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri Irjen Andi Rian mengungkap sejumlah pelanggaran hingga kasus kematian yang terjadi dalam proses pendidikan sepanjang 2025.

"Sebagai wujud tranparansi, kami laporkan peserta didik bermasalah di tahun 2025," kata Andi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Kamis (2/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci di Akademi Kepolisian (Akpol) terdapat satu peserta didik yang dikeluarkan karena perilaku menyimpang. Andi tak menjelaskan lebih lanjut perilaku yang dimaksud.

Lalu di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), sebanyak 57 peserta didik dijatuhi sanksi penurunan nilai mental karena terbukti mengubah nilai ujian.

"Empat peserta terindikasi narkoba dan empat peserta menggunakan joki di dalam proses ujian," kata Andi.

Andi menjelaskan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Brimob, ada peserta yang diberhentikan karena kasus pencurian dan narkoba.

Selain pelanggaran, Polri juga mencatat adanya peserta didik yang meninggal dunia selama proses pendidikan.

Di Akpol, seorang taruni meninggal akibat heat stroke. Kemudian dua peserta di Stupa dan satu peserta di Pusdik Sabhara dilaporkan meninggal akibat serangan jantung.

"Satu personil pada Pusdik Brimob karena asam lambung dan satu personil di SPN Papua karena radang paru-paru dan infeksi HIV," ujarnya.

Ia menegaskan peristiwa meninggalnya peserra didik itu menjadi bahan evaluasi bagi Polri.

"Ini adalah evaluasi besar bagi pengawasan kesehatan dalam proses seleksi," kata dia.

(fra/yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |