Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Pasis Sesko TNI Dorong Akselerasi Penanganan Karhutla di Gunung Mas

18 hours ago 12

Gunung Mas — Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terus dilakukan melalui penguatan sinergi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi tentang akselerasi penanganan Karhutla yang melibatkan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kegiatan yang berlangsung di Makodim 1018/Gunung Mas, Rabu (2/9/2026), tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama pada periode musim kemarau yang meningkatkan kerawanan kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah.

Sejumlah instansi turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta PDAM Jasa Tirta.

Melalui penyuluhan dan diskusi tersebut, para Pasis Sesko TNI bersama unsur pemerintah daerah membahas pentingnya pendekatan terpadu dalam pencegahan dan penanganan Karhutla. Langkah tersebut mencakup peningkatan edukasi kepada masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, penguatan koordinasi antarlembaga, hingga percepatan penyampaian informasi apabila ditemukan indikasi titik api.

Kolonel Inf Prasetyo Ari menyampaikan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, ” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menekan potensi Karhutla. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.

Selain dilaksanakan melalui forum koordinasi bersama OPD, Pasis Sesko TNI juga mendorong pendekatan langsung kepada masyarakat. Edukasi dilakukan dengan membangun komunikasi dan dialog mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk ikut mencegah terjadinya Karhutla.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun wilayah yang mereka lalui. Apabila menemukan indikasi kebakaran atau titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap Karhutla. Setiap instansi memiliki peran masing-masing, mulai dari aspek lingkungan, kesehatan, pendidikan, pelayanan masyarakat, hingga dukungan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi.

Dengan keterlibatan berbagai OPD tersebut, penanganan Karhutla diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi lebih mengedepankan langkah preventif melalui edukasi, kesiapsiagaan, deteksi dini, serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Kegiatan penyuluhan dan diskusi di Makodim 1018/Gunung Mas sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pasis Dikreg LVI Sesko TNI dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi potensi Karhutla di Kalimantan Tengah.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat, upaya menjaga hutan dan lahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu dan berkelanjutan.

“Jaga hutan, jaga lingkungan, dan jangan biarkan api menjadi bencana. Pencegahan Karhutla dimulai dari kepedulian kita bersama, ” pungkasnya.

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |