Medan, CNN Indonesia --
Ledakan yang terjadi di rumah mewah di Grand Polonia Medan diduga berasal dari dapur rumah nomor 3B. Tim Labfor Polda Sumut menemukan adanya gas metana di dalam dapur.
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan pola kerusakan bangunan menunjukkan ada tekanan kuat yang berasal dari dalam rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil yang sudah kita temukan bahwa kerusakan yang terjadi itu ciri khas menunjukkan bahwa tekanannya semua dari dalam rumah. Artinya, ada di sana tekanan yang kuat, yang membuat dinding atau barang-barang yang lain itu roboh di sana," ujarnya.
Dalam pemeriksaan di dapur, tim menemukan kompor tanam yang terangkat dari posisinya serta pintu-pintu yang terbuka akibat dorongan tekanan. Di lokasi tersebut juga terdapat terminal gas yang digunakan untuk kebutuhan memasak.
"Di dapur kita temukan di sana ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka di mana kompor ini terangkat ke atas. Nah, itu di sana adalah terminal gas yang digunakan untuk memasak," kata Roy.
Menurut Roy kondisi tersebut mengindikasikan kemungkinan kebakaran atau ledakan dipicu oleh akumulasi gas di dalam ruangan.
"Jadi artinya kalau ada tekanan di sana, bisa diartikan bahwa terjadi di sana kebakaran gas, gitu," urainya.
Temuan lain yang menguatkan dugaan tersebut adanya konsentrasi gas metana yang masih terdeteksi di area dapur saat pemeriksaan dilakukan.
Tim menggunakan alat pendeteksi gas dan menemukan kadar gas yang bervariasi.
"Hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detektor, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar 10 persen Lower Explosive Limit (LEL). Jadi, itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi," paparnya.
Ia juga memastikan langkah pengamanan awal telah dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.
Roy menegaskan konsentrasi gas hanya ditemukan di area dapur. Pada bagian lain rumah yang diperiksa, tim tidak lagi mendeteksi keberadaan gas. Meski begitu, penyelidikan masih terus berlangsung. Tim Labfor bersama penyidik masih mendalami sejumlah temuan di lokasi.
"Tetapi memang namanya TKP ini, kalau dari segi gasnya, di bagian lain kita tidak menemukan, hanya di dapur itu sisa kita menemukan, gitu. Jadi gas ini sifatnya kan cepat terbang ya. Jadi kalau dari segi gasnya, kita melihat bahwa udah diamankan PGN, berarti itu cukup untuk di sana," tutupnya.
(fnr/wis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3

















































