Jakarta, CNN Indonesia --
Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan ada 9 orang pelaku pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya anggota TNI AD, Prada ABS di Tangerang Selatan pada Minggu (19/)7
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto menjelaskan Prada ABS adalah anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang melaksanakan tugas untuk membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cen di Jakarta.
Insiden tersebut diduga akibat perselisihan salah paham di salah satu tempat makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian menyebabkan aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap (alm) Prada ABS yang menyebabkan luka meninggal dengan luka tusukan," kata Tri dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
Ia mengatakan saat pagi hari, korban ditemukan oleh saksi kemudian ditemukan KTA militer milik korban. Saksi kemudian melaporkan kepada Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.
"Kemudian tim gabungan TNI dan Polri, mulai dari pihak Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang dan Polres Tangerang Selatan bergerak cepat dengan melakukan pengejaran kepada para pelaku serta melakukan penyelidikan guna mengumpulkan para saksi dan alat - alat bukti terkait dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan kasus tersebut saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di Polres Tangerang Selatan dengan terperiksa saksi sejumlah 17 orang.
Menurutnya, dari hasil pendalaman penyidikan, terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban Prada ABS sejumlah 9 orang, sedangkan 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut.
Ia menyatakan TNI akan terus mengawal ketat proses hukum dan mengimbau masyarakat serta rekan korban agar tetap tenang serta menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Pihak Kodam XVII/Cen turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga (alm) Prada ABS, untuk pelaksanaan proses hukum dijamin akan dilaksanakan secara transparan," kata Tri.
Seorang prajurit TNI sebelumnya ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.45 WIB.
"Korban diketahui bernama Arif Budi Sampurna, yang berprofesi sebagai personil TNI AD," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo kepada wartawan, Selasa (21/7).
Disampaikan Boy, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan soal temuan jasad korban tersebut. Termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan olah TKP, korban mengalami sejumlah luka akibat benda tajam dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi juga mengumpulkan keterangan para saksi dan menelusuri informasi terkait keberadaan para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu.
"Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap empat tersangka di sejumlah lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian dalam waktu kurang dari 1X24 jam," tutur Boy.
(tim/gil)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3

















































