Timwas Haji DPR-Kemenhaj Gelar Rapat Bersama Bahas Persiapan Armuzna

7 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Pengawas Haji DPR 2026 dan juga Kementerian Haji, Badan Pengelola Keuangan Haji, Puskes Haji Kemenhaj, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait menggelar rapat koordinasi bersama untuk membahas dan mematangkan persiapan puncak ibadah haji yang akan mulai terjadi dalam 2 hari mendatang.

Sejumlah isu penting dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Timwas Haji DPR yang juga Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal.

Isu-isu tersebut antara lain masalah pemondokan haji, layanan angkutan haji dari hotel menuju ke Padang Arofah dan sebaliknya, penyediaan konsumsi bagi jemaah dan juga layanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaitan dengan isu-isu tersebut, Menteri Haji Muhamad Irfan Yusuf mengatakan sejatinya persiapan pelaksanaan puncak ibadah haji yang dilakukan kementeriannya dan juga pemangku kepentingan lain sudah mencapai hampir 100 persen. 

Untuk angkutan atau sarana transportasi saja misalnya, pihaknya sudah menyiagakan 2.000 bus untuk mengangkut jemaah haji dari hotel menuju ke Padang Arafah atau sebaliknya.

Selain itu, untuk menghindari terjadinya penumpukan jemaah, pihaknya membagi perjalanan jemaah menjadi 3 gelombang. Pertama, jam 07.00-11.00.

Kedua, 11.30-16.00. Dan ketiga, 16.30-21.00.

"Supaya tidak kasihan jemaah kelamaan nunggu. Ini dilakukan karena seperti disampaikan ada jemaah sudah keluar dari kamar subuh, ternyata berangkatnya malam. Nah, itu kan kasihan juga. Jadi yang turun adalah mereka yang akan berangkat. Yang belum berangkat, ya silakan istirahat di kamar-kamarnya," katanya usai rapat.

Untuk isu makanan atau konsumsi jemaah, Irfan mengatakan pihaknya akan menyediakan sekitar 3 juta makanan siap makan untuk konsumsi jemaah baik pra maupun saat di Arafah.

Sedangkan berkaitan dengan masalah layanan kesehatan, Irfan menambahkan bahwa pihaknya akan menyiagakan 1000 petugas medis untuk membantu menangani jemaah yang sakit.

Sementara itu Cucun menyambut baik persiapan yang dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah serta pemangku kepentingan lain.

Menurutnya, meskipun Kementerian Haji dan Umrah baru pertama kali melaksanakan persiapan ibadah haji, sejauh ini tidak ada masalah berati yang ditemukan.

Masalah hanya kecil. Salah satunya terkait jarak hotel atau pemondokan ke Masjidil Haram, fasilitas hotel yang mengalami beberapa masalah.

"Kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Perdana, Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun 2026 ini," katanya.

Cucun berharap dengan semua persiapan tersebut, puncak ibadah haji di Arafah yang biasanya terjadi hal-hal yang tidak bisa diprediksi bisa berjalan lancar. 

(agt)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |