Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya akan menggelar patroli gabungan untuk mengantisipasi Sahur on The Road (SOTR) selama bulan suci Ramadan.
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan patroli gabungan terdiri dilakukan oleh personel lalu lintas, reserse kriminal, intelijen, Samapta, Brimob hingga Binmas.
"Nanti akan ada tim gabungan yang patroli SOTR tiap hari, gabungan semua fungsi," kata Robby kepada wartawan, Rabu (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Robby, Biro Operasi Polda Metro Jaya juga telah memetakan wilayah yang kerap dijadikan sebagai lokasi SOTR.
Robby menyebut patroli mencegah SOTR ini tidak hanya difokuskan pada satu titik. Kata dia, lokasi patroli akan berpindah setiap hari menyesuaikan kondisi lapangan.
"Setiap hari pasti lokasinya berpindah-pindah, tidak di satu titik," ucap dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akan melarang kegiatan Sahur on the Road (SOTR) pada Ramadan 2026 nanti. Larangan diberlakukan karena kegiatan itu dikhawatirkan malah menimbulkan kerawanan dan tawuran.
"Pokoknya hal yang menimbulkan (SOTR) kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan," kata Pramono usai meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2) seperti dikutip dari detik.com.
Selain itu, Pramono juga mengimbau organisasi masyarakat (ormas) tak melakukan aksi sweeping rumah makan selama Ramadan. Pemprov DKI berkomitmen menjaga agar suasana Ramadan tetap damai.
Patroli gabungan
Sebanyak 80 personel gabungan akan dikerahkan setiap hari untuk melakukan patroli pengawasan tempat usaha dan ketertiban umum di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta selama bulan Ramadan 2026.
Fokus utama patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan digeser menjadi malam hingga dini hari.
Pola operasi ini menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat Jakarta yang cenderung meningkat pada malam hari saat bulan puasa, serta menurunnya aktivitas warga pada siang hari.
Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Wakasatpol PP) DKI Jakarta, Rizki Adhari Jusal menyebut intensitas pengawasan akan memuncak pada waktu-waktu rawan pelanggaran.
"Biasanya memang lebih intens patroli kita di bulan suci Ramadhan itu malam, malam ke pagi hari mendekati sahur gitu ya," ujar Rizki di hadapan wartawan, di lapangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu.
"Kalau siang saya rasa juga aktivitas dari warga juga lebih rendah karena sedang berpuasa," sambungnya.
Patroli tersebut akan melibatkan lima regu yang bergerak setiap hari menyisir wilayah DKI Jakarta.
"Kabupaten enggak, Kabupaten lebih rendahlah intinya," ujarnya.
Patroli selama bulan Ramadan ini akan berlangsung selama 33 hari.
"Satu hari sebelum bulan suci Ramadan, dan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri," ujar Rizki.
"Jadi kalau ditotal ada 33 hari," sambungnya.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan ketertiban umum serta memastikan tempat hiburan mematuhi aturan jam tutup yang telah ditetapkan pemerintah provinsi (pemprov), sehingga bulan suci Ramadan dapat berjalan dengan tenang dan khusyuk.
(dis/kna/wis)

3 hours ago
1

















































